Terpapar Matahari Setiap Hari? Begini Cara Sunscreen Mencegah Penuaan Dini

Matahari adalah salah satu faktor terbesar yang memengaruhi penuaan kulit dini. Radiasi UVA dan UVB dapat merusak kolagen, menyebabkan hiperpigmentasi, dan menurunkan elastisitas kulit. Untungnya, efek tersebut dapat dicegah dengan kebiasaan penggunaan sunscreen yang benar dan konsisten setiap hari. Artikel ini membahas bagaimana sinar matahari mempercepat penuaan serta tips memilih dan memakai sunscreen secara optimal.

Efek Paparan UV terhadap Kulit

Sumber: Yale Medicine

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat menyebabkan tanda dan gejala penuaan, sunburn atau kemerahan, terbentuknya kanker, dan gangguan sistem kekebalan kulit. Terdapat 3 jenis radiasi sinar UV: UVC, UVB, dan UVA. Lapisan ozon menyerap 100% UVC, 90% UVB, dan sedikit UVA. Sehingga, paparan UV yang sampai ke permukaan bumi terdiri dari sebagian besar UVA dan sedikit UVB. UVA banyak terkait dengan proses penuaan (kerutan, hilangnya elastisitas, kulit kering) dan gangguan pigmentasi (flek, melasma). UVB menyebabkan gejala kemerahan (sunburn) dan mutasi DNA, berkaitan erat dengan pembentukan kanker kulit.

Cara Penggunaan

  1. Gunakan sunscreen setidaknya 15 menit sebelum paparan
  2. Oleskan sunscreen pada seluruh wajah dan badan dengan menghindari daerah mata dan mulut
  3. Jumlah yang harus dioleskan untuk dewasa minimal adalah 2 mg/cm2, atau setara 1 ons atau 30 mL (1 gelas kecil) untuk seluruh badan. Jumlah yang harus dioleskan untuk wajah adalah 1 sendok teh (sekitar 2 ruas jari tengah dan telunjuk penuh).
  4. Tipe kulit yang lebih terang dan sering kemerahan akan lebih mudah terbakar
  5. Re-aplikasi setiap 2 jam, lebih sering jika berkeringat atau berenang

Beberapa catatan penting terkait penggunaan sunscreen:

  • Beberapa area yang sering terlewat: Telinga, hidung, bibir (SPF lib balm), punggung leher, tangan, kaki, kulit kepala yang terekspos (misalnya pada kondisi kebotakan / penipisan rambut)
  • Penggunaan sunscreen yang tidak mencukupi akan mengurangi SPF, misalnya sunscreen dengan SPF 30 jika hanya digunakan sebanyak 0,5 mg/cm2 akan hanya memiliki SPF 3.

Mau tahu lebih dalam tentang sunscreen? Cek FAQ nya!

Frequently Asked Questions (FAQ) tentang Sunscreen:

Apa saja jenis sunscreen?

Chemical sunscreen (dikenal sebagai filter UV organik) adalah sunscreen yang bekerja dengan menyerap sinar UV. Senyawa yang digunakan dalam filter organik meliputi: derivat asam aminobenzoat (misal: palmitat), benzophenon (misal: oxybenzone), cinnamate (misal: octocrylene), dan salisilat (misal: homosalat).

‘Physical’ sunscreens (disebut juga sunscreen inorganik atau mineral-based) dahulu diketahui bekerja dengan memantulkan radiasi UV. Namun studi terkini membuktikan bahwa efek kerjanya menyerupai sunscreen kimia, yaitu dengan menyerap sinar UV. Bahan yang digunakan untuk filer inorganik meliputi oksida metal (misal: iron oxide), titanium dioxide, atau zinc oxide. Biasanya pengguna enggan memilih sunscreen fisik karena alasan white cast atau terbentuknya residu berwarna putih setelah pemakaiannya. Namun beberapa produk sunscreen fisik telah dikembangkan untuk memiliki residu white cast yang lebih minimal ( penggunaan nanoparticles).

Pro dan Kontra Sunscreen

Filter pada sunscreen fisik (Titanium dioxide dan zinc oxide) digolongkan FDA sebagai bahan sunscreen yang paling aman dan efektif, sehingga dapat diaplikasikan pada anak-anak atau orang dengan tipe kulit sensitif. Namun, sunscreen inorganik dapat bersifat komedogenik jika digunakan berlebihan.

Studi membuktikan bahwa UV filter octotrylene, benzophenones (golongan oxybenzone) dan dibenzoylmethanes (golongan avobenzone) adalah filter UV yang paling banyak menyebabkan efek samping, dengan Benzophenone-3 (BP-3) sebagai penyebab terbanyak reaksi alergi dari sunscreen yang dicetuskan paparan matahari.

Arti SPF, Broad Spectrum, PA dan Water Resistant pada Produk Sunscreen

Sun protection factor (SPF) adalah derajat proteksi sunscreen terhadap kejadian sunburn atau kemerahan pasca paparan sinar ultraviolet B dari matahari. Angka SPF menunjukkan berapa kali lipat orang yang menggunakan sunscreen tersebut akan terlindungi dari sunburn dibandingkan dengan yang tidak menggunakan sunscreen. Semakin tinggi SPF, maka proteksi terhadap sunburn akan semakin baik. Untuk mendapatkan proteksi terbaik, setidaknya sunscreen memiliki SPF 15. American Academy of Dermatologist (AAD) menyarankan setidaknya penggunaan SPF 30. SPF-15 dapat menghalangi 94% radiasi UVB, SPF-30 dapat menghalangi 97% radiasi UVB dan SPF 50 keatas dapat menghalangi 98% radiasi UVB.

Broad spectrum berarti sunscreen melindungi dari radiasi UVA dan UVB. Jika produk tidak mencantumkan label broad spectrum dan hanya menuliskan SPF, maka perlindungan yang diberikan terbatas pada perlindungan dari sinar UVB.

Beberapa negara menggunakan sistem PA pada produk sunscreennya, yang berarti kemampuan proteksi terhadap sinar UVA. Menggunakan parameter Persistent Pigment Darkening (PPD), PA menunjukkan efektivitas sunscreen dalam menghambat terjadinya pigmentasi atau penggelapan kulit. PA+ berarti nilai proteksi 2-4, PA ++ 4-8, PA +++ 8-16, dan PA++++ memiliki nilai proteksi 16 keatas

Water resistant berarti durasi sunscreen untuk tetap memberikan efek proteksi terhadap UV jika terpapar air dan aktivitas fisik. Water resistant berarti susncreen dapat melindungi selama 40 menit dengan keberadaan air dan aktivitas moderat. Very water-resistant berarti sunscreen memiliki efektivitas hingga 80 menit.

Sunscreen untuk Anak-anak

Menurut FDA, sunscreen tidak disarankan untuk anak usia dibawah 6 bulan. Disarankan untuk menghindari paparan matahari di jam 10 pagi sampai 2 siang, dan menggunakan baju yang protektif jika memang harus terpapar di jam tersebut.

Namun untuk anak usia diatas 6 bulan, penggunaan sunscreen dapat mengikuti cara penggunaan sunscreen pada umumnya. Bagi anak usia dibawah 2 tahun disarankan menggunakan tipe sunscreen inorganik dibandingkan organik.

Fotoproteksi Diluar Sunscreen

Baju yang kita pakai memiliki properti fotoproteksi. Beberapa baju memiliki nilai UV protection factor (UPF), dimana nilai UPF 30 keatas telah terbukti dapat melindungi kulit dari kemerahan dan pembentukan kanker. Warna baju yang lebih terang memiliki UPF lebih rendah dibanding yang gelap.

Topi dengan penutup mencapai 7,5 cm keatas memiliki SPF 7 di hidung dan 2-3 untuk pipi dan dagu. Jika bagian penutup memiliki panjang 2,5 – 7,5 cm, maka SPF terhadap hidung adalah 3, pipi 2, dan terhadap dagu 0.

Kacamata sunglass dapat melindungi area mata dari berbagai penyakit terkait paparan UV seperti katarak dan kanker.

Kaca film pada mobil dapat melindungi kita dari radiasi UV.

Bahan makanan tertentu memiliki efek fotoproteksi, seperti Vitamin C, E, atau antioksidan yang banyak ditemukan pada teh hijau, kacang kedelai, biji dan buah-buahan



Kesimpulan

Penuaan kulit akibat paparan sinar matahari adalah proses yang dapat terjadi jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Radiasi UVA dan UVB merusak kolagen, memicu munculnya flek, kerutan, dan perubahan tekstur kulit. Namun, kabar baiknya: sebagian besar dampak tersebut bisa dicegah. Konsistensi dalam menggunakan sunscreen setiap hari—bahkan saat cuaca mendung atau hanya beraktivitas di dalam ruangan—menjadi langkah perlindungan paling sederhana dan efektif. Dengan memilih sunscreen yang sesuai kebutuhan kulit dan mengaplikasikannya dengan benar, kita dapat menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan tampak awet muda lebih lama. Merawat kulit bukan soal hasil instan, tetapi tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.


Daftar Pustaka
  1. Kang, S., Amagai, M., Bruckner, A. L., Enk, A. H., Margolis, D. J., McMichael, A. J., … Orringer, J. S. (Eds.). (2019). Fitzpatrick’s Dermatology (9th ed., Vols. I & II). McGraw-Hill Education.
  2. U.S. Food & Drug Administration. Sunscreen: How to Help Protect Your Skin from the Sun. Diambil dari: https://www.fda.gov/drugs/understanding-over-counter-medicines/sunscreen‐how‐help‐protect-your‐skin-sun
  3. American Academy of Dermatology. How to apply sunscreen. Diambil dari: https://www.aad.org/public/everyday-care/sun-protection/shade-clothing-sunscreen/how-to-apply-sunscreen
  4. Gabros, S., Patel, P., & Zito, P. M. (2025, March 28). Sunscreens and Photoprotection. StatPearls Publishing. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537164/
  5. DermNet NZ. Sunscreens: A Complete Overview. Diambil dari: https://dermnetnz.org/topics/topical-sunscreen-agents
  6. Lenahan, Brad. “PA ++++ in Sunscreen: What It Means & Why It Matters.” Colorescience Blog, 2 June 2023. Diambil dari: https://www.colorescience.com/blogs/learn/what-is-pa?srsltid=AfmBOoq7aF5h7v3Qk1wREheJtUXDVIlYBOMaMdy_qvIWi1AeGBIUbWZd#5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *